Senin, 29 Juli 2024
Semar
Ki Semar, Punakawan Bijaksana Penasihat Para Ksatria Jawa Semar dikenal sebagai
perwujudan Bathara Ismaya yang turun dari Madyapada atau kahyangan tempat para
dewa ke Marcapada atau dunia fana untuk menjadi pamong ksatria agung. Dia
dikenal sebagai sosok yang sangat bijaksana dalam memberikan wejangan kepada
para ksatria. Bagi para ksatria, Semar adalah figur yang waskitha ngerti
sadurunge winarah (tahu sebelum sesuatu terjadi). Oleh karena itu, kedatangannya
memiliki peran yang besar bagi para ksatria karena diyakini mendatangkan
keberanaran dan keberuntungan. Baca juga: Siapa Ki Semar Leluhur Tanah Jawa?
Inikah Jawabannya? Dilansir dari sebuah kajian dari situs staff.uny.ac.id dengan
judul Mengkaji Nilai Luhur Tokoh Semar, Rabu (19/1/2022), saat masih berada di
Madyapada, Ki Semar yang berwujud Bathara Ismaya ini dikenal sebagai sosok yang
paling perkasa. Para dewa di kayangan selalu tunduk dan patuh terhadap sosoknya.
Bahkan Batara Kala beserta dengan tentara jinnya pun masih terlalu kecil bila
dihadapankan dengan Ki Semar yang juga dijuluki Sang Pamomong Agung itu.
Dilansir dari sebuah kajian dari situs staff.uny.ac.id dengan judul Mengkaji
Nilai Luhur Tokoh Semar, Rabu (19/1/2022), saat masih berada di Madyapada, Ki
Semar yang berwujud Bathara Ismaya ini dikenal sebagai sosok yang paling
perkasa. Para dewa di kayangan selalu tunduk dan patuh terhadap sosoknya. Bahkan
Batara Kala beserta dengan tentara jinnya pun masih terlalu kecil bila
dihadapankan dengan Ki Semar yang juga dijuluki Sang Pamomong Agung itu. Dalam
buku pakem pewayangan dijelaskan mengenai ajaran Pancawisaya yang berisi
refleksi kebijaksanaan hidup. Ajaran ini diturunkan oleh Semar kepada Arjuna
yang sedang melakukan pengembaraan. Ajaran Pancawisaya Di saat itulah dia
memberikan wejangan Pancawisaya yang terdiri dari lima kata-kata bijak yaitu
Rogarda yang artinya kalau ditimpa rasa sakit pada tubuh berusahalah
sungguh-sungguh dan menerima dengan rela hati. Kemudian ada Sangsarada yang
artinya kalau ditimpa sengsara badan, berusahalah menahan dan berbesar hati.
Wirangharda, jika ditimpa rasa sakit hati, berusahalah tata, titi, kokoh
pendirian dan berbesar hati. Selanjutnya Cuwarda, jika ditimpa kesen gsaraan
hati, berusahalah untuk tenang, waspada dan ingat. Dan yang terakhir adalah
Durgarda, yang artinya jika ditimpa hambatan hati, berusahalah percaya diri dan
yakin terhadap kekuasaan Tuhan. Baca juga: Asal-Usul Semar, Nenek Moyang Orang
Jawa Semua wejangan Ki Semar ini membuat pikiran dan hati Arjuna tenang dan
tabah dalam melakukan perjuangan hidup. Meskipun seorang punakawan atau batur
(abdi), wejangan yang dia berikan kepada Arjuna menunjukan bahwa sosoknya
memiliki karakter yang bijaksana, penuh wibawa, dan berwawasan luas. Ajaran
Pancawisaya itu juga dikaitkan dengan simbol lima dan ungkapan lain yang
mengandung nilai filosofis dan mistis yang berkembang dalam budaya Jawa hingga
saat ini. Baca juga: Gua Semar, Pertapaan Soeharto Cari Wangsit untuk Jadi
Presiden Selain menjadi pembina pandawa, di Marcapada, Ki Semar selalu menjadi
pamong, pendamping dan penasehat para raja serta ksatria luhur. Prabu Kresna,
Raja Dwarawati yang dianggap kondang akan kecerdikan dan kebijaksanaannya itu
masih bersikap santun jika berada di hadapannya. Saran-saran Ki Semar selalu
menjadi bahan pertimbangan dalam setiap pengambilan keputusan penting. Bahkan
bagi pandawa, Semar dianggap sebagai kamus hidup dan pelita yang mampu menerangi
sewaktu dirundung kegelapan. Maka dari itu, sudah amat wajar bila ada yang
menyebutnya sebagai kawula pinandhita (rekan yang dianggap sebagai rohaniwan).
Baca juga: Apakah Semar dan Sabdo Palon Orang yang Sama? Secara implisit, tokoh
Ki Semar yang memberi pengayoman ini memiliki arti Ilahi. Bagi orang yang sedang
dalam usaha untuk kemajuan rohaninya, tentu akan membutuhkan seorang guru
sejati. Sosok itu dianggap ada pada diri Ki Semar. Dalam kehidupan sehari-hari,
ajaran Ki Semar ditafsirkan dalam frasa bahasa Jawa yang berbunyi rasa eling
yang berarti kesadaran untuk selalu ingat. Rasa eling inilah yang memimpin hidup
manusia dan melindungi dari segala godaan. Sedangkan rasa eling yang paling
dalam adalah kontrol pada setiap pribadi manusia masing-masing.
Langganan:
Komentar (Atom)
-
PROGRAM ...
-
ANGGARAN DASAR / AD DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA / ART ORGANISASI SISWA INTRA MADRASAH ( OSIM ) MA MANBA’UL ULUM ...
-
Ki Semar, Punakawan Bijaksana Penasihat Para Ksatria Jawa Semar dikenal sebagai perwujudan Bathara Ismaya yang turun dari Madyapada atau kah...